LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM INOVASI ASPEK KEANEKARAGAMAN HAYATI PROGRAM TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DENGAN METODE ARC

 PROGRAM TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DENGAN METODE ARC (ARTIFICIAL REEF FROM CONCRETE)

Periode : Januari – Desember 2020 dan Januari – Juni 2021

 

 

 

 

 




 

 

 

 

 

 

                                                                                                               

 

 

PT PERTAMINA (PERSERO) INTEGRATED TERMINAL TELUK KABUNG

 

Program Transplantasi Terumbu Karang Dengan Metode ARC (Artificial Reef from Concrete)

PT Pertamina (Persero) Integrated Terminal Teluk Kabung memiliki komitmen dalam melakukan upaya perbaikan lingkungan khususnya terkait upaya pelestarian keanekaragaman hayati dari kegiatan program unggulan Transplantasi Terumbu Karang Dengan Metode ARC (Artificial Reef from Concrete).

1.        Permasalahan Awal

Terumbu karang merupakan ekosistem yang unik, memiliki nilai yang sangat tinggi baik dari segi ekologis maupun dari sisi ekonomi. Didalamnya hidup beraneka ragam biota laut yang saling berinteraksi membentuk suatu ekosistem. Tingginya nilai yang dimiliki oleh terumbu karang tidak serta-merta membuatnya aman dari berbagai faktor kerusakan baik yang disebabkan oleh alam maupun oleh manusiayang dampaknya lebih besar, kerusakan terumbu karang yang disebabkan oleh manusia yaitu dengan banyaknya terjadi penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak, penggunaan sianida (potas), penambangan batu karang yang digunakan untuk bahan bangunan.

Perairan pantai barat Sumatera pada awal tahun 2016, mengalami fenomena alam yang cukup menganggu ekosistem terumbu karang, fenomena ini dinamakan pemutihan terumbu karang atau coral bleaching dimana perubahan warna pada jaringan karang dari yang semula berwarna kecoklat-coklatan atau kehijau-hijauan berubah menjadi putih pucat. Coral bleaching merupakan peristiwa lepasnya alga yang bersimbiosis (zooxanthela) yang merupakan tempat bergantungnya polip karang untuk mendapatkan makanan.

 

2.        Asal Usul Ide Perubahan atau Inovasi

Pengembangan program inovasi Transplantasi Terumbu Karang Dengan Metode ARC (Artificial Reef from Concrete) berasal dari perusahaan sendiri dimana ide program inovasi ini muncul karena tingginya kerusakan terumbu karang di pantai barat Pulau Sumatera. Ide perubahan atau inovasi yang dilakukan perusahaan berasal dari adanya peluang untuk mengatasi permasalahan yang ada. Perusahaan dapat melakukan perbaikan kondisi lingkungan dengan menggunakan metode terumbu karang buatan dari semen. Oleh karena itu, PT Pertamina (Persero) Integrated Terminal Teluk Kabung melakukan program inovasi Transplantasi Terumbu Karang Dengan Metode ARC (Artificial Reef from Concrete) dengan tujuan untuk melakukan rehabilitasi terumbu karang di perairan tersebut.

 

3.        Perubahan yang dilakukan dari Sistem Lama

   PT Pertamina (Persero) IT Teluk Kabung melakukan inovasi program Transplantasi Terumbu Karang Dengan Metode ARC (Artificial Reef from Concrete) yang merupakan program untuk merehabilitasi terumbu karang yang telah rusak pada area pantai Gosong Bada-Gosong Karang Bayang. Inovasi ini pertama kali diimplementasikan di Indonesia pada Sektor Migas Distribusi atau Menurut Best Practice 2017-2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum pernah diimplementasikan di sektor Migas Distribusi.

    

a.      Perubahan Sistem dari Program Inovasi

       Program Transplantasi Terumbu Karang Dengan Metode ARC (Artificial Reef from Concrete) berdampak pada perubahan komponen dimana terdapat inovasi metode baru dalam melakukan konservasi terumbu karang dengan penjelasan sebagai berikut:

                                  i.     Kondisi sebelum adanya program:

Terjadinya fenomena alam pada pantai barat Sumatera di awal tahun 2016 yang mengganggu ekosistem terumbu karang berupa pemutihan terumbu karang atau coral bleaching yang menyebabkan terjadinya perubahan warna pada jaringan karang dari yang semula berwarna kecoklatan atau kehijauan berubah menjadi putih pucat. Coral bleaching merupakan peristiwa lepasnya alga yang bersimbiosis (zooxanthella) yang merupakan tempat bergantungnya polip karang untuk mendapatkan makanan. Kondisi tersebut menyebabkan ekosistem terumbu karang menjadi terganggu.

                                ii.     Kondisi setelah adanya program:

Salah satu metode untuk melakukan rehabilitasi terumbu karang adalah dengan membuat terumbu karang buatan. Terumbu karang buatan merupakan suatu rekayasa struktur bangunan yang diturunkan ke dasar laut yang berfungsi dalam rehabilitasi terumbu karang agar menjadi perairan yang lebih baik. Terumbu karang buatan yang disusun akan menjadi tempat berlindung, mencari makan, tempat memijah dan berkembang biak untuk biota laut yang ada didalamnya. Terumbu karang buatan dapat dibuat dari berbagai macam bahan, salah satunya adalah beton, yang menjadi metode rehabilitasi terumbu karang IT Teluk Kabung pada perairan barat Sumatera.

Penggunaan terumbu karang buatan berbahan beton merupakan salah satu solusi dalam transplantsi dengan menggunakan rak transplan, jaringan dan substrat. Dari hasil penelitian IT Teluk Kabung pada tahun 2020 didapatkan data flora sebanyak 1.556 ekor ikan yang hidup disekitar termbu karang buatan.

 

Product improvement yang dilakukan melalui program inovasi ini adalah membuat metode baru dalam transplantasi terumbu karang berupa pembuatan terumbu karang dari beton (Artificial Reef from Concrete) sehingga dapat menjaga ekosistem terumbu karang perairan Gosong Bada dan Gosong Karang Bayang.

 

b.      Dampak Lingkungan dari Program Inovasi

Dampak lingkungan yang dihasilkan adalah berupa peningkatan indeks keanekaragaman hayati pada tahun 2020 sebesar 3,5727 H’ dengan anggaran biaya sebesar Rp 150.000.000,-. Perhitungan nilai absolut dan penghematan anggaran program inovasi adalah sebagai berikut:

                        i.     Perhitungan hasil absolut

Contoh perhitungan program Transplantasi Terumbu Karang dengan Metode ARC (Artificial Reef from Concrete) Tahun 2020.

Diketahui :

ni = Jumlah spesies Chaetodon kleenii           = 7 ekor

N = Jumlah total individu                               = 1571 ekor

pi =                                                               = 7/1571                     

= 0,0101

Ln pi (Chaetodon kleenii)                               = LN (0,0101)

                                                                        = -4,5966

pi Ln pi (Chaetodon kleenii)                           = 0,0101 x (-4,5966)

                                                                        = -0,0464

H’        fauna                                                   = -Σpi ln pi     

                                                                        = - (-3,5727)

                                                                        = 3,5727         

Untuk lebih jelasnya, perhitungan indeks keanekaragaman hayati fauna program Transplantasi Terumbu Karang dengan Metode ARC (Artificial Reef from Concrete) tahun 2020 dapat dilihat pada tabel dibawah ini

 

Tabel 1 Perhitungan Indeks Keanekaragaman Hayati Fauna Tahun 2020

No

Nama Ilmiah

Family

Jumlah  2020

pi

ln pi

pi ln pi

1

Chaetodon kleenii

Chaetodontidae

7

0,0101

-4,5966

-0,0464

2

Chaetodon vagabundus

Chaetodontidae

6

0,0086

-4,7507

-0,0411

3

Forcipiger flavissimus

Chaetodontidae

8

0,0115

-4,4630

-0,0514

4

Heniochus acuminatus

Chaetodontidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

5

Heniochus pleurotaenia

Chaetodontidae

7

0,0101

-4,5966

-0,0464

6

Sufflamen chrysopterum

Balistidae

7

0,0101

-4,5966

-0,0464

7

Meicanthus smithi

Blennidae

8

0,0115

-4,4630

-0,0514

8

Cirrhitichthys falco

Cirrhitidae

7

0,0101

-4,5966

-0,0464

9

Bodianus mesothorax

Labridae

9

0,0130

-4,3452

-0,0564

10

Epibulus insidiator

Labridae

8

0,0115

-4,4630

-0,0514

11

Halichoeres hortulanus

Labridae

15

0,0216

-3,8344

-0,0829

12

Thallassoma lunare

Labridae

39

0,0562

-2,8789

-0,1618

13

Cheilinus fasciatus

Labridae

17

0,0245

-3,7093

-0,0909

14

Labrodies dimidatus

Labridae

8

0,0115

-4,4630

-0,0514

15

Parapercis clathrata

Pinguinidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

16

Parapercis hexophtalma

Pinguinidae

8

0,0115

-4,4630

-0,0514

17

Pomachanthus annularis

Pomacanthidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

18

Centropyge eibli

Pomacanthidae

12

0,0173

-4,0576

-0,0702

19

Amblyglyphidodon aureus

Pomacentridae

12

0,0173

-4,0576

-0,0702

20

Amphiprion ocellaris

Pomacentridae

12

0,0173

-4,0576

-0,0702

21

Dascyllus trimaculatus

Pomacentridae

28

0,0403

-3,2103

-0,1295

22

Arothron stellatus

Tetraodontidae

2

0,0029

-5,8493

-0,0169

23

Zanclus cornutus

Zanclidae

8

0,0115

-4,4630

-0,0514

24

Acanthurus grammoptilus

Acanthuridae

21

0,0303

-3,4979

-0,1058

25

Acanthurus tristis

Acanthuridae

36

0,0519

-2,9590

-0,1535

26

Ctenochaetus striatus

Acanthuridae

21

0,0303

-3,4979

-0,1058

27

Zebrasoma scopas

Acanthuridae

10

0,0144

-4,2399

-0,0611

28

Naso Elegans

Acanthuridae

3

0,0043

-5,4439

-0,0235

29

Caesio cunning

Caesionidae

15

0,0216

-3,8344

-0,0829

30

Plectorhinchus vittatus

Haemulidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

31

Plectorhinchus chaetodonoides

Haemulidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

32

Myripristis violacea

Holocentridae

6

0,0086

-4,7507

-0,0411

33

Lethrinus harak

Lethrinidae

2

0,0029

-5,8493

-0,0169

34

Lutjanus decussatus

Lutjanidae

6

0,0086

-4,7507

-0,0411

35

Parupeneus barberinus

Mullidae

4

0,0058

-5,1562

-0,0297

36

Parupeneus macronemus

Mullidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

37

Scolopsis billineata

Nemipteridae

16

0,0231

-3,7699

-0,0869

38

Scolopsis ciliata

Nemipteridae

22

0,0317

-3,4514

-0,1094

39

Scolopsis margaritifer

Nemipteridae

8

0,0115

-4,4630

-0,0514

40

Scolopsis affnis

Nemipteridae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

41

Priacanthus hamrur

Priacanthidae

40

0,0576

-2,8536

-0,1645

42

Chlorurus quoyi

Scaridae

16

0,0231

-3,7699

-0,0869

43

Chlorurus bleekeri

Scaridae

20

0,0288

-3,5467

-0,1022

44

Scarus hypselopterus

Scaridae

3

0,0043

-5,4439

-0,0235

45

Pterois miles

Scorpaenidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

46

Cephalopolis boenak

Serranidae

11

0,0159

-4,1446

-0,0657

47

Cephalopolis polyspilla

Serranidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

48

Ephinephelus quoyanus

Serranidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

49

Siganus guttatus

Siganidae

9

0,0130

-4,3452

-0,0564

50

Siganus vermiculatus

Siganidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

51

Siganus virgatus

Siganidae

8

0,0115

-4,4630

-0,0514

52

Synodus variegatus

Synodontidae

5

0,0072

-4,9330

-0,0355

53

Diodon liturosus

Diodontidae

1

0,0014

-6,5425

-0,0094

54

Ostracion solorensis

Ostraciidae

4

0,0058

-5,1562

-0,0297

55

Ostracion cubicus

Ostraciidae

1

0,0014

-6,5425

-0,0094

56

Caesio caerulaurea

Caesionidae

300

0,4323

-0,8387

-0,3625

57

Pterocaesio chrysozona

Caesionidae

700

1,0086

0,0086

0,0087

Total (N)

1571

 

 

-3,4813

Indeks Keanekaragaman Hayati (H')

 

 

 

3,5727

 

 

c.       Nilai Tambah Program Inovasi

Nilai tambah dari program inovasi ini adalah berupa perubahan layanan produk dan keuntungan yang diperoleh dari program Transplantasi Terumbu Karang Dengan Metode ARC (Artificial Reef from Concrete) adalah

                                  i.     Produsen/perusahaan

Meningkatkan kepedulian PT Pertamina (Persero) Integrated Terminal Teluk Kabung terhadap pelestarian fauna di perairan Gosong Bada dan Gosong Karang Bayang dengan capaian indek keanekaragaman hayati sebesar 3,5727 pada tahun 2020 serta dapat menambah pengetahuan terkait metode konservasi yang diimplementasikan.

                                ii.     Konsumen

Meningkatkan pengetahuan terkait rehabilitasi terumbu karang dengan metode (Artificial Reef from Concrete) serta terciptanya fishing ground (tempat penangkapan) yang baru bagi masyarakat sekitar.

 

4.        Gambaran Skematis atau Visual Program Inovasi

 


Sebelum adanya Program


Kondisi terjadinya coral bleaching

 

 


Setelah adanya Program


 

Pembuatan terumbu karang buatan metode ARC

Munculnya beragam biota laut

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Studi Keanekaragaman Hayati di Wilayah Binaan PT. Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Teluk Kabung

KEBERHASILAN PROGRAM PERLINDUNGAN KEANEKARAGAMAN HAYATI PT PERTAMINA PATRA NIAGA INTEGRATED TERMINAL TELUK KABUNG