Inovasi Keanekaragaman Hayati Pertamina IT Teluk Kabung

 

Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides)

PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Teluk Kabung memiliki komitmen dalam melakukan upaya perbaikan lingkungan khususnya terkait upaya pelestarian keanekaragaman hayati dari kegiatan Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides)


1. Permasalahan Awal

Mangrove merupakan ekosistem yang unik, memiliki nilai yang sangat tinggi baik dari segi ekologis maupun dari sisi ekonomi. Didalamnya hidup beraneka ragam biota laut yang saling berinteraksi membentuk suatu ekosistem. Tingginya nilai yang dimiliki oleh Mangrove tidak serta-merta membuatnya aman dari berbagai faktor kerusakan baik yang disebabkan oleh alam maupun oleh manusia yang dampaknya lebih besar, kerusakan Hutan Mangrove yang disebabkan oleh manusia yaitu dengan banyaknya terjadi penebangan pohon yang digunakan untuk bahan bangunan.

 

2. Asal Usul Ide Perubahan atau Inovasi

Pengembangan program inovasi Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides) berasal dari perusahaan sendiri dimana ide program inovasi ini muncul karena Terjadinya abrasi di pinggir pantai barat Pulau Sumatera. Ide perubahan atau inovasi yang dilakukan perusahaan berasal dari adanya peluang untuk mengatasi permasalahan yang ada. Perusahaan dapat melakukan perbaikan kondisi lingkungan dengan menggunakan metode Dies (Diurnal Tides). Oleh karena itu, PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Teluk Kabung melakukan Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides)dengan tujuan untuk melakukan rehabilitasi Hutan Mangrove di perairan tersebut.

 

3. Perubahan yang dilakukan dari Sistem Lama

PT Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung melakukan inovasi Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides) yang merupakan program untuk merehabilitasi mangrove yang telah rusak pada area pantai Teluk Kabung. Inovasi ini pertama kali diimplementasikan di Indonesia pada Sektor Migas Distribusi atau Menurut Best Practice 2019-2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum pernah diimplementasikan di sektor Migas Distribusi.

a. Perubahan Sistem dari Program Inovasi

Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides)berdampak pada perubahan komponen dimana terdapat inovasi metode baru dalam melakukan Rehabilitasi Hutan Mnagrove dengan penjelasan sebagai berikut:

i. Kondisi sebelum adanya program: 

Terjadinya fenomena alam pada pantai barat Sumatera di awal tahun 2017 yang merupakan terjadinya abarsi pantai dari tingginya volume ombak yang tidak menentu di perairan terkhusus di teluk kabung yang membuat daratan di sepanjang bibir pantai mengalami pengurangan akibat abrasi tersebut

ii. Kondisi setelah adanya program: 

Salah satu metode untuk melakukan rehabilitasi mangrove adalah dengan membuat Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides). Metode Dies (Diurnal Tides) merupakan suatu bentuk metode penanaman mangrove yang efektif untuk potensi hidupnya cukup lebih

Metode Dies (Diurnal Tides) merupakan salah satu solusi dalam merehabilitasi mangrove dengan pada saat pasang surut. Dari hasil penelitian IT Teluk Kabung pada tahun 2023 ini jumlah mangrove yang sudah ditanam menacapai 6000 batang bibit mangrove.

 

Product improvement yang dilakukan melalui program inovasi ini adalah membuat metode baru dalam merehabilitasi mangrove berupa penanaman mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides) sehingga dapat menjaga ekosistem yang ada pada mangrove di perairan teluk kabung.

 

b. Dampak Lingkungan dari Program Inovasi

Dampak lingkungan Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides) maka mampu berkontribusi pada penyerapan karbon sebanyak 282,56ton/h. Mangrove menyerap sebagian karbon dalam bentuk CO2 yang di manfaatkan untuk proses fotosintesis, sedangkan sebagian lainnya tetap berada di atmosfer. Selain itu terdapat nilai karbon tersimpan sebanyak 76.992,31 ton/h (Nanlohy & Masniar, 2020). Nilai tersebut didapatkan dari perhitungan karbon atas dan karbon bawah. Jenis mangrove yang menyimpan karbon paling tinggi adalah jenis R. apiculata, jenis ini juga yang paling banyak ditemui di Hutan Mangrove. Selain berpengaruh pada serapan karbon, keberadaan mangrove ini mampu mencegah adanya intrusi garam ke kawasan darat, membersihkan perairan pantai dan pencemaran khsusunya bahan pencemaran dan unsur hara.

i. Perhitungan hasil absolut

Contoh perhitungan Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides)Tahun 2022.


 

c. Nilai Tambah Program Inovasi

Nilai tambah dari program inovasi ini adalah berupa perubahan layanan produk dan keuntungan yang diperoleh dari Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Dengan Metode Dies (Diurnal Tides)adalah

i. Produsen/perusahaan 

Meningkatkan kepedulian PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Teluk Kabung terhadap pelestarian fauna di perairan perairan teluk kabung dengan mampu berkontribusi pada penyerapan karbon sebanyak 282,56ton/h 

Konsumen 

Meningkatkan pengetahuan terkait rehabilitasi Hutan Mangrove dengan Metode Dies (Diurnal Tides)serta terciptanya lokasi wisata baru bagi masyarakat sekitar.

 

4. Gambaran Skematis atau Visual Program Inovasi

 

 


👍👍👍
💗💗


 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Studi Keanekaragaman Hayati di Wilayah Binaan PT. Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Teluk Kabung

PENINGKATAN STATUS KENEKARAGAMAN HAYATI 2025

KEBERHASILAN PROGRAM PERLINDUNGAN KEANEKARAGAMAN HAYATI PT PERTAMINA PATRA NIAGA INTEGRATED TERMINAL TELUK KABUNG